[PDF] Janda dari Jirah ✓ Cok Sawitri – Kindle eBook, DOC or Book Download

REVIEW Janda dari Jirah

K menggunting rambut dan tidak berambisi memasuki nirwana Dari tempat inilah Ibu Ratna Manggali menggetarkan takhta Airlangga dengan perluasan wilayah dan penyebaran ajaran yang semakin lama semakin banyak pengikutnya Puncaknya adalah ketika Airlangga akan menobatkan putrinya menjadi pewaris Kediri Dari kabikuan Jirah muncul seseorang yang membuat Kediri harus terbelah dua Perang saudara pun tak terelakkan Tangan tangan pun berdarah dalam kekuasaan Par. Janda dari Jirah menarik perhatian saya ketika novel ini masuk dalam nominasi Khatulistiwa Award KLA 2007 karenanya novel dan nama Cok Sawitri kembali dibicarakan orang Selain itu saat digelarnya Ubud Writers Readers Festival yang lalu nama Cok Sawitri adalah salah satu penulis Indonesia yang menjadi primadona di perhelatan para penulis se Asia Tenggara itu Karena itulah walau terlambat akhirnya saya membaca juga Janda dari Jirah karya penulis bali yang juga aktif berkiprah di dunia teater ini Ternyata novel ini merupakan versi lain dari legenda Calon Arang yang selama ini kisahnya masih terus dikisahkan baik dari mulut kemulut pementasan teater dan ditulis dalam buku buku fiksi dan non fiksi Di ranah fiksi setidaknya sudah 2 penulis menuliskan legenda ini Yang pertama adalah Pramoedya Ananta Toer dalam Dongeng Calon Arang 1954 dan Femmy Syaharani dalam Galau Putri Calon Arang Gramedia 2005 Sedangkan di ranah non fiksi Toety Heraty menulis sebuah buku kajian feminisme berdasarkan legenda Calon Arang yang diberinya judul Calon Arang Kisah Perempuan Korban Patriarki YOIDari dua buku fiksi diatas Calon Arang dilukiskan sebagai perempuan penyihir yang kejam dan mendatangkan bala ke penduduk DahaKediri karena putrinya Ratna Menggali tak juga mendapat jodoh Lalu seperti apa sosok Calon Arang versi Cok Sawitri Dalam novel ini kita tak akan menemukan nama Calon Arang Cok menggantinya dengan sebutan Rangda ing Jirah Janda dari Jirah Berbeda dengan Calon Arang yang selama ini diseskprikian dengan wanita penyihir yang jahat keji dan licik dalam novel ini Calon Arang Rangda ing Jirah dideskripiskan sebagai pendeta wanita yang taat mengikuti jalan Buddha Tutur katanya lembut dan sopan namun dibalik kelembutannya terpancar kewibawaan yang tiada tara yang membuat semua pengikutnya taat pada ajaran ajarannya Ia juga piawai dalam mengatur desanya sehingga desa desa yang berada dibawah asuhannya menjadi desa yang makmur dan sentosa dengan panen yang melimpah ruahRangda in Jirah tinggal dan memimpin sebuah wilayah yang dinamakan Kabikuan dimana tanah tanah di Kabikuan ini sejak dahulu kala merupakan persembahan raja raja kepada para pendeta Buddha Dalam tata krama Kabikuan ditetapkan bahwa tanah tanah di wilayah Kabikuan tidak boleh dilewati oleh Raja dan para pengikutnya jika untuk tujuan berperang dan membunuh sekalipun dengan alasan membela negaraDikisahkan di tahun 940 Saka kerajaan Medang yang saat itu sedang melangsungkan pernikahan antara Putri Raja Dharmawangsa Tguh dari Wangsa Isana dengan Pangeran Airlangga yang merupakan putra Raja Udayana dari Bali secara tiba tiba diporak porandakan oleh kerajaan Wura Wuri yang masih merupakan kerabat wangsa Isana penguasa kerajaan Medang Penyerangan itu menyebabkan tewasnya raja Dharmawangsa Tguh dan putrinya sedangkan Airlangga sendiri bersama beberapa pengawalnya berhasil meloloskan diriUntungnya Airlangga beserta Narotama penasehat utamanya berhasil merebut kembali ibu kota Medang dan mengganti nama kerajaannya menjadi Kadiri dengan ibukotanya Daha Airlangga berhasil menjadi raja dan membangun kerajaannya dengan baik Namun masih ada duri dibalik kesuksesannya itu Beberapa kerabat dari Wangsa Isana diam diam merasa tidak puas dengan naik tahtanya Airlangga Bagi mereka Airlangga sebagai mantu dari Raja Dharmawangsa yang telah pralaya dianggap tidak berhak atas tahta kerajaan karena bukan keturunan langsung dari Wangsa Isana Yang berhak atas tahta kerajaan adalah Pangeran Samarawijaya yang masih kecil namun hilang entah kemana ketika Medang diserbu oleh Wura WuriDaerah kekuasaan Airlangga berbatasan langsung dengan wilayah Kabikuan dimana Rangda ing Jirah dan putrinya Ratna Manggali tinggal Dia disegani oleh rakyat jelata dan raja raja Karenanya siapapun raja yang memerintah tak seorang pun yang berani mengusik tanah tanah di wilayah Kabikuan Jirah Di Kabikuan ini pula Rangda ing Jirah melatih murid muridnya agar taat pada ajaran Budha sehingga para murid muridnya dikenal karena perilakunya yang terpuji dan ilmu kanuragan yang tinggi Kehidupan di Kabikuan Jirah lebih makmur dibandingkan daerah lain di sekitarnya Selain itu tata krama kabikuan melarang penduduknya berpihak kemanapun apabila terjadi perselisihan dan melarang daerahnya dilewati oleh prajurit dari pihak manapun untuk berperang Airlangga sadar akan keistimewaan Kabikuan karenanya ia ikut menghormati tata krama Kabikuan apalagi setelah tersiar kabar bahwa raja putri Wura Wuri sering menghadap Rangda ing Jirah untuk menjadi murid utamanya Bahkan tersiar pula kabar bahwa Wura Wuri menyerahkan dua belas desa kepada pendeta Rangda in Jirah untuk digembleng dalam tata karma Budha Melihat keadaan itu Airlangga pun mengutus mengutus Narotama untuk menjalin persahabatan dengan Kabikuan Jirah Setelah memerintah selama 10 tahun ketentraman Airlangga terusik ketika kerajaan Wura Wuri tiba tiba menyerbu kembali istana kerajaan Kadiri Airlangga menjadi naik pitam dan merencanakan penyerbuan balasan Namun ia menghadapi masalah pelik karena untuk menyerang Wura Wuri tentara tentaranya harus melewati tanah Kabikuan yang menurut tata krama Kabikuan menolak untuk dilalui prajurit yang hendak berperang Ketika Airlangga mencoba mengutus Narotama untuk berunding dengan Rangda ing Jirah agar pasukannya diijinkan melewati tanah kabikuan beberapa perwira Kadiri yang tak sabaran menerobos salah satu dusun di wilayah kabikuan hingga menimbulkan pertumpahan darah Tata Krama Kabikuan dilanggar bagaimana sikap Rangda Ing Jirah dan Airlangga menghadapi persoalan ini Kerumitan bagi Airlangga bertambah ketika tiba tiba muncul Pangeran Samarawijaya pewaris tahta kerajaan yang sah Wangsa Isana disaat Airlangga hendak menobatkan putrinya sebagai Putri Mahkota kerajaan KadiriNovel perdana karya Cok Sawitri ini menarik untuk disimak Selain mendekontruksi tokoh Calon Arang dari yang selama ini dikenal sebagai penyihir jahat menjadi tokoh pendeta wanita yang bijak novel ini ditulis dengan kalimat kalimat yang puitis Mungkin bisa disebut sebagai prosa liris Dengan demikian pembaca akan dibuai kedalam kalimat kalimat indah yang melambungkan imaji pembacanya ke wilayah Kadiri berabad abad lampau Namun cara penyajian seperti ini juga bisa menimbulkan jarak bagi para pembaca umum Bagi yang tak terbiasa membaca kalimat kalimat puitis novel ini membutuhkan kecermatan yang lebih tinggi untuk memahami rangkaian kalimat indah yang tertera di setiap paragrafnyaMelalui novel ini pula pembaca akan diajak memasuki alam surealis dan fantasi dimana para murid Kabikuan dapat melesat terbang berkat ilmu kanuragannya pepohonan dan binatang bisa saling bercakap cakap dengan manusia dll Karena semua itu ditulis dengan kalimat puitis maka pembaca merasa tak sedang diobodohi melainkan semakin larut dalam keeksotisan deskripsi tanah Jawa dimasa lampauKisah dalam novel ini sebenarnya lebih banyak diceritakan dari sudut pandang Narotama penasehat Airlangga Sehingga sepak terjang Airlangga dalam mendirikan melakukan ekspansi dan mempertahankan kerajaannya merupakan porsi terbesar dalam novel setebal 184 halaman ini Sedangkan porsi Rangda ing Jirah walau tak mendominasi alur kisah di novel ini Cok Sawitri dengan cerdas tetap membuat pembacanya dibayangi oleh kewibawaan kebijaksanaan dan kemistisan dari Janda ing Jirah yang menyelimuti novel ini dari halaman awal hingga lembar terakhirnyaLalu apa pembelaan novel ini terhadap citra Calon Arang yang selama ini dikenal sebagai tokoh penyihir yang jahat Melalui tokoh Ratna Menggali yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan ia meramalkan Mereka akan menuduh Ibu sebagai penganut ilmu hitam Selama ratusan tahun Ibu akan digelapkan namun itu bagi yang tak memahami hal 38 Dalam novel inipun disinggung bahwa kelak Airlangga memerintahkan agar para penyair tidak menulis apa yang sebenarnya terjadi di Kadiri dan kejaidan kejadian di tanah Kabikuan Bahkan Cok mengklaim bahwa novel ini merupakan kitab kecil yang selama ini tidak terungkap dalam Kelak orang akan mengenangnya jauh dari kebenanarandan hanya dalam kitab kecil ini apa yang tidak boleh dituliskan yang terkubur beratus ratus tahun lampau kembali dikisahkanInilah alasan yang tersirat dalam novel ini mengapa sosok Calon Arang dan kisah yang melatarinya berbeda seratus delapanpuluh derajad dengan apa yang ditulis dalam novel iniDalam novel ini tampak jelas Cok Sawitri juga sepertinya berupaya agar pembaca keluar dari bayang bayang ingatan akan Calon Arang yang selama ini digambarkan sebagai perempuan yang seram Dalam tafsir Cok tak ada dendam karena Ratna Menggali tidak ada yang melamar bahkan porsi kisah Ratna Menggali tersaji secara singkat saja Tak ada teluh yang menebar penyakit pada rakyat Kediri Yang ditawarkan Janda dari Jirah adalah rasa cinta kasih yang membawa kedamaianLalu apa dasar Cok Sawitri melakukan dekontruksi terhadap tokoh Calon Arang Menurut wawancaranya dengan koran Tempo Cok mengungkap bahwa Rangda ing Jirah ini menjadi mitos yang dipelihara turun temurun Siapa dia sebenarnya apakah sedemikian gelap padahal dia menurunkan banyak keturunan yang sangat menentukan dari Singosari sampai Majapahit bahkan sampai Bali Artinya Rangda ing Jirah bukan mitos Dia ibu Ratna Manggali ibu nenek buyut para mpu Bagaimana mungkin seorang yang sakti dan memiliki kewibawaan seorang btari bisa digambarkan sebagai tukang sihir dan harus dibunuhApa yang diungkap oleh Cok memang bukan sekedar pendapat tanpa dasar Kabarnya untuk merawi novel ini ia telah melakukan riset yang mendalam selama empat belas tahun Banyak naskah yang terdapat dalam lontar lontar kuno dan prasasti bersejarah dicermati Cok untuk novelnya ini Bahkan ia melengkapi risetnya hingga ke Negeri Belanda yang terkenal memiliki literaur literatur lengkap mengenai Indonesia dimasa lampau Tampaknya Cok cukup ambisius mengerjakan novelnya ini Kabarnya novel inipun sebenarnya hanyalah bagian kecil dari sebuah karya yang lebih besar yang sedang dikerjakannya Apakah Cok sedang merevisi sebuah sejarah yang selama ini telah dikenal oleh masyarakat Novel ini memang menimbulkan kontroversi dalam berbagai kesempatan Cok harus meladeni berbagai pertanyaan menjelaskan latar belakang keyakinannya itu bahkan meladeni gugatan banyak orang yang menuduh bahwa penelitiannya tidak sahih Terlepas dari segala kontroversi yang ada novel ini sangat layak dibaca sebagai alternatif dalam membaca sejarah yang disastrakan Cok telah menyajikan peristiwa sejarah dari sisi yang berbeda Bukan tak mungkin hal ini akan membuat para pemerhati sejarah dan budaya kembali melakukan riset untuk mencari kebenarannya atas riset yang dilakukan Cok hingga akhirnya kebenaran sejarah sejati akan terungkapNamun jangan lupa Janda dari Jirah adalah sebuah karya fiksi Sementara kebenaran sejarah masih terus diteliti marilah kita sebagai pembaca menikmati novel ini sebagai sebuah karya sastra yang mengungkap cinta gejolak nafsu kekuasaan intrik politik hubungan antarmanusia dan hubungan manusia dengan alam dalam bahasa yang sastra puitishtanzil

FREE DOWNLOAD Ó YOUBANG.ME ì Cok Sawitri

Janda dari Jirah

Novel ini ditulis berdasarkan suatu peristiwa sejarah yang terlarang diceritakan pada masa kejayaan Kediri Para penyair dan empu dilarang menuliskan kisah ini karena setiap catatan tentangnya akan mencoreng kekuasaan Rake Halu Dharmmawangsa AirlanggaSemua berpusat pada seorang perempuan yang dikenal dengan sebutan Ibu Ratna Manggali atau Rangda ing Jirah Janda dari Jirah pemimpin Kabikuan Jirah Sebuah kabikuan Budha Tantra dengan para pendeta yang tida. Buku ke 6 yang dibaca pada tahun 2015Novel dengan kalimat yang puitis dan bertemakan sejarah jaman kerajaan Kediri dh Medang yang diperintah oleh Raja AirlanggaMungkin bukan selera semua orang karena terlalu banyaknya puitisasi kalimat yang sebenarnya dalam dunia nyata bisa dinyatakan dengan lebih singkat dan pas serta tema sejarahnya yang sangat kuat yang mungkin membuat malas seseorang untuk membacanyaTapi karena saya suka puisi dan sejarah yah tentu saja novel ini jadi salah satu favorit sayaAirlangga ditampilkan sebagai Raja yang tidak terlalu dianggap oleh keluarga bangsawan Wangsa Isyana yang lain karena hanya menantu walaupun adalah putra dari adik perempuan raja sebelumnya Dan berusaha membuktikan dirinya dengan membangun kerajaan baru Kediri dan terlepas dari bayang bayang Raja sebelumnya Namun tetap saja ia hanya dianggap Menantu dan ancaman perang saudara tetap muncul Cerita yang menarikOh iya di novel ini Cok Sawitri menampilkan Calon Arang sang penyihir di cerita rakyat yang kita kenal sebagai Rangda ing Jirah Janda dari Jirah ibu dari Ratna Menggali dan merupakan pendeta wanita Buddha yang bijak dan pandai pemimpin Kabikuan Jirah Mengapa kemudian dia ditampilkan sebagai Calon Arang Saya jadi ingat novel DaVinci Code yang menyatakan bahwa tukang sihir yang mati di Eropa saat terjadinya Witch Hunt oleh Gereja adalah pendeta wanita Pagan Mereka dituduh sebagai tukang sihir karena gereja merasa terancam oleh mereka Apa memang selalu begitu ya modus operandinya ya menghancurkan nama baik wanita cerdik pandai Gituuu

Cok Sawitri ì 1 SUMMARY

A empu kebingungan di mana mesti meletakkan Randa ing Jirah dalam sejarah Mereka bungkam dan menanam pena masing masing beratus ratus tahun lamanyaSekarang seorang penyair menuliskan kembali kisah Ibu Ratna Manggali dalam novel Janda dari Jirah ini Dengan bahasa yang mengkristal di setiap paragrafnya novel ini memikat pembaca untuk terus menelusuri kilas balik sebuah cerita terlarang Hanya dalam buku ini apa yang dulunya tak tertulis kembali dikisahkan. Sebuah novel fiksi berlatar belakang sejarah karya Cok Sawitri Terbitan Gramedia Juni 2007 187 halaman Kisah tentang seorang janda yang berilmu tinggi yang hidup di masa pemerintahan Airlangga di kerajaan Kahuripan boleh dibilang Versi Lain dari Kisah Calon Arang Entah bersumber dari mana Cok Sawitri menyatakan bahwa kisah yang dia tulis di novel ini adalah kisah yang merupakan bagian terlarang untuk diceritakanPuitis dan TeatrikalCok Sawitri adalah seorang penyair dan penulis naskah teater Dan itu terasa sekali dalam novel karyanya ini Novel ini mungkin bisa disebut sebagai prosa liris Karena dituliskan seperti kalimat2 dalam puisi yang liris tetapi dalam bentuk prosa Kalimat2 deskriptif nya indah layaknya puisi dan dialog2nya teatrikal penuh perlambangMeskipun mungkin tidak semua orang menyukai gaya tulisan seperti itu yang berbunga bunga dengan simbolisme yang harus dicerna dan dicari maknanya sendiri Tapi memang begitu kan yang namanya puisi dan teaterkarena males ngetik nyomot dari


10 thoughts on “Janda dari Jirah

  1. says:

    Buku ke 6 yang dibaca pada tahun 2015Novel dengan kalimat yang puitis dan bertemakan sejarah jaman kerajaan Kediri dh Medang yang diperintah oleh Raja AirlanggaMungkin bukan selera semua orang karena terlalu banyaknya puitisasi kal

  2. says:

    Buku ini menarik karena penulis mengambil sudut pandang yang lain dari versi cerita Calon Arang yang telah umum dikenal diulas ditarikan dan dipahami orang Selepas membaca kita dibuat berpikir kembali tentang kebenaran Yang manakah kebenaran? Kita semua telah tahu sejarah ditulis oleh penguasa sesuai seleranya Apa yang tertulis tidak selalu bahkan sering kali bukanlah yang terjadi Dan lewat buku ini penulis m

  3. says:

    Awalnya agak sulit buat membaca novel ini karena bahasanya yang terlalu sastra Tetapi begitu kena feeling nya langsung sreg di hati Intinya kedamaian itu ada jika hati kita juga damai dan bersih

  4. says:

    Janda dari Jirah menarik perhatian saya ketika novel ini masuk dalam nominasi Khatulistiwa Award KLA 2007 karenanya novel dan nama Cok Sawitri kembali dibicarakan orang Selain itu saat digelarnya Ubud Writers Readers Festival yang la

  5. says:

    Aku berharap banyak penulis Indonesia yang menyajikan sejarah dalam versi berbeda seperti yang satu ini

  6. says:

    Sedikitnya telah beredar tiga buah buku kisah Calon Arang Dongeng Calon Arang Pramoedya Ananta Toer Calon Arang Kisah Perempuan Korban Patriarki Toeti Heraty dan Galau Putri Calon Arang Femmy Syahrani Masing masin

  7. says:

    Saat pertama kali melihat buku ini saya tertarik dengan covernya yang indah ini menurut saya lho dan nama penulisnya Cok Sawitri yang lebih saya kenal sebagai seorang penyair Saya Dan penasaran apakah buku ini ditulis dengan bahasa penyair yan

  8. says:

    Sebuah novel fiksi berlatar belakang sejarah karya Cok Sawitri Terbitan Gramedia Juni 2007 187 halaman Kisah te

  9. says:

    Semi sejarah yang mengesankan belajar banyak dari buku ini tentang makna hidup dan kedamaian dimana kekuasaan bukan segalanya dan karma itu ada Airlangga yang dibutakan oleh dendam kisah Calon Arang yang berbeda serta peran serta Janda dari Jirah sebagai Dewa Krisna nya cerita bener bener breathtaking Penggunaan bahasa serta istilah asinh awalnya agak merepotkan tetapi penulisan cerita yang detil sukses menyatukan pem

  10. says:

    Mistis Kayak nonton filem horor dengan Suzanna sebagai aktris utama he heBuat yang ingin baca ini kayaknya harus cari referensi tambahan untuk tahu lebih lanjut tentang the reign of Airlangga Janda dari Jirah alias Calon Arang dll Otherwise you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *