[PDF] De Liefde AUTHOR Afifah Afra – Kindle eBook, TXT & PDF Download



10 thoughts on “De Liefde

  1. says:

    Buku ini cukup menguras energi saya saat menulisnya Saya sadar banyak bolong bolong di buku pertama De Winst yang harus ditutup di edisi ini Alhamdulillah saya pribadi puas dengan diksi dan alur ceritanya meski masih tetap pengin lebih baik lagi di karya yang lain Saya merasa novel ini mengalami kemajuan dibanding De Winst namun tentu saja para pembaca pasti punya penilaian sendiri Meski banyak yang mengkritik kok berat banget ko

  2. says:

    De Liefde adalah buku kedua dari trilogi De Winst yang ditulis mbak Afifah Afra Setelah menyelesaikan buku pertamanya sy sukses disergap rasa penasaran untuk membaca buku keduanya terlebih saat bu Guru sy menyematkan bintang 5 di buku De Liefde ini Dan akhirnyaa selesai juga sy membacanya sebenarnya udah lama selesainya p Prolog di novel ini

  3. says:

    “Kami para wanita tak diberikan kesempatan yang sama dengan lelaki Seandainya aku tidak ngeyel mungkin aku tidak akan diizinkan bersekolah di ELS Menjadi satu satunya inlander perempuan di sana Aku mungkin akan dipingit

  4. says:

    Cukup lama waktu tenggang dari membaca yang pertama De winste Hal yang membuat saya meraba raba di awal untuk mengingat bagaimanakah jalan cerita di sekuel awalnyakeseluruhan saya sukameski banyak yang menggantung dan menimbulkan tanda tanya di akhir ceritamales bikin review

  5. says:

    Kisah Puteri Keraton yang Diasingkan ke BelandaSelama ini puteri keraton dari abad silam selalu digambarkan sebagai sosok perempuan yang menjunj

  6. says:

    “Indonesia Menggugat” a la De Liefde Sekuel kedua novel De Winst ini berpusar pada kasus hukum seorang mantan pelacur Rinnah de

  7. says:

    Jalinan ceritanya rumit tapi asyik diikuti Seru Hebat deh pengarangSaya membayangkan kalau novel ini difilmkan pasti bagus sekali Da Conspiracao saya sudah punya tinggal baca dan penasaran sekali bagaimana penulis akan mengakhiri kisah perjuangan Rangga Sekar Everdine di buku keempat nanti Kapan terbitnya nodong penulisSayangnya entah apaka

  8. says:

    Sekuel De Winst ini menurut saya tidak lebih baik dari buku pertamanya makanya saya cuma kasih tiga bintang Buku pertama sangat berkesan buat saya karena kuat di cerita Bagus juga memperkaya tentang sejarah dan politik pada masa itu bagi yang masih awam Mbak Afifah Afra sudah melakukannya dengan baikDi buku kedua ini ce

  9. says:

    Seuel dari De winst yang ku baca sekitar dua tahun yang lalu Awalnya merasa begitu antusias karena De Winst seperti menyisakan penasaran yang cukup nyata ketika selesai membacanya dulu Sedikit kesulitan awal nya membaca buku

  10. says:

    Karena saya penggemarnya Sekar prembayun saya sangat puas dg totalitas penulis mengupas hidupnya di pengasingan be

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read ´ PDF, eBook or Kindle ePUB free È Afifah Afra

Tak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing meskipun negeri itu adalah negeri Belanda Tempat ia pernah menyemai cita cita menggali ilmu pengetahuan setinggi tingginya Sekar Prembayun tertatih tatih menyusuri kehidupan yang jauh dari dugaannya Termasuk harus berurusan dengan Roesmini van de Brand seorang perempuan indo yang dijual oleh ‘ayahnya’ di rumah pelacuran dan menjalani affair dengan seorang anggota parlemen Tak mudah untuk tetap mempertahankan semangat juang di saat badai menerpa dari segala penjuru Membuat idealisme seperti barang tertawaan Seperti yang dialami Everdine Kareen Spinoza pengacara yang memperjuangkan nasib klie Kami para wanita tak diberikan kesempatan yang sama dengan lelaki Seandainya aku tidak ngeyel mungkin aku tidak akan diizinkan bersekolah di ELS Menjadi satu satunya inlander perempuan di sana Aku mungkin akan dipingit seperti perempuan perempuan yang lain Diajari masak macak dan persiapan manak Seakan derajat perempuan memang hanya sekedar konco wingking belaka Perempuan bersekolah dianggap murang tata kurang ajar tak tahu tata krama Kami juga menyaksikan para Rama kami setiap saat menambah gundiknya seenak hati tanpa perlu bahkan untuk sekedar memberi tahu kepada istrinya yang sah Kami dianggap sebagai biji biji dakon yang bisa diatur sekehendak pengaturnya Kami tak punya kesempatan untuk mengeluarkan pendapat De liefde memoar Sekar Prembajoen adalah buku kedua dari tetralogi De Winst Awalnya begitu antusias ingin baca lanjutan De Winst karena menyisakan rasa penasaran ingin segera tahu lanjutannya seperti apa Akhirnya beli lah ke tokobukuafra beli buku kedua dan ketiganya sekaligus Tapi ya Dasarnya aku Tipe book lover yang yang penting beli dulu bacanya kapan kapan Yang nggak tahu bacanya itu kapan Aku baca De Winst Ehm Agustus tahun lalu Jujur aku sedikit kesulitan untuk membaca buku ini Karena ingtanku tentang De winst tidak begitu jelas Aku harus berusaha untuk mengingat alur cerita De Winst Selain itu prolog dari buku ini dibuka dengan kehadiran Tokoh baru Nah loh bingung dech Tapi ku putuskan untuk tetap lanjut membacanyaSesuai dengan judulnya Memoar Sekar Prembajoen Jadi buku ini menceritakan tentang pembuangan Sekar di Negeri Belanda Netherland Tapi sayang seperti di buku petamanya yang seharusnya di buku tersebut Tokoh Utama yang mestinya banyak di sorot adalah Rangga Puruhita namun Mbak Afifah lebih menonjolkan Tokoh Sekar Tokoh Sekar begitu terlihat menakjubkan dan lebih menarik perhatian pembaca Nah di buku kedua kali ini pun juga begitu Seharusnya yang banyak di sorot adalah bagaimana kehidupan Sekar Tapi ya di buku ini Tokoh Sekar tidak begitu menarik perhatian Justru yang menarik perhatian adalah Tokoh Everdine Kareen Spinoza Tokoh lama dengan segala sepak terjangnya Dan juga para Tokoh baru Justru kisah mereka lah yang lebih menarik perhatian dibanding kisah Sekar sendiri selama di pembuanganTapi bagaimana pun juga Aku tetap mengidolakan Sekar Prembajoen Dari awal di buku pertama dia adalah perempuan pribumi yang sangat mengagumkan Dia coba menunjukkan kecintaannya terhadap Bangsanya dengan segala perjuangannya dalam usaha memerdekakan Bangsanya Dia juga mencoba menunjukkan bahwa perempuan memiliki derajat yang sama dengan laki lakiSekar adalah sosok yang sangat kritis Biar pun dia dibesarkan dalam lingkungan Keraton tapi dia tidak sama dengan para perempuan Keraton pada umumnya Yang hanya dipersiapkan untuk urusan memasak macak rajang dan melahirkanTidak dengan Sekar dia memiliki pandangan dan cara berpikir yang berbeda Menurutnya perempuan dilahirkan bukan hanya untuk urusan urusan itu saja Perempuan ada bukan hanya untuk sekedar menjadi konco wingking belaka Bukan hanya untuk mendampingi dan melayani laki laki sajaSeperti yang aku tulis di awal review Kalimat tersebut adalah salah satu bukti ke kritis an Sekar Aku suka dibagian tersebut Ketika Sekar mencoba mencari tahu tentang kesetaraan antara perempuan dan laki laki Dia mencoba mancari kebenaran tersebut dari guru ngajinya Itu sangat menarik di usia Sekar yang masih remaja ketika itu dia sudah berpikir begitu kritis Dan iya dari keseluruh kisah Sekar dalam buku ini bagian itu lah yang aku sukaiMelalui buku ini sudah sangat jelas bahwa Mbak Afifah ingin menunjukkan pada dunia bahwa perempuan juga bisa melakukan hal hal yang juga bisa di lakukan oleh kaum lelaki Bahwa perempuan juga bisa menjadi hebat dan menakjubkan Dan bahwa perempuan sesungguhnya memiliki kesetaraan derajat dengan laki lakiYaa Walau dunia ini sudah bisa di katakan merdeka Dan setiap manusia memiliki kesamaan hak antara satu dengan yang lain tak memandang dia itu laki laki atau perempuan Tapi selaaaluu saja ada entah di belahan bumi bagian mana masih saja membedakan kedudukan antara laki laki dan perempuan Yang masih saja menganggap perempuan jauh lebih rendah dibanding dengan laki laki Tak terkecuali di IndonesiaDi Indonesia di daerah daerah tertentu aku yakin masih ada saja yang memiliki cara pandang dan berpikir seperti itu Sebab itu melalui buku ini Mbak Afifah mencoba mengajak kita untuk melek terhadap batasan batasan tersebut Bahwa tidak ada batasan perbedaan antara laki laki dan perempuan Kita semua sama kita semua memiliki hak yang sama Aku acungi jempol untuk Mbak Afifah dalam usahanya ini Walau di buku ini tentu masih ada kekurangannya Diantaranya seperti Penggunaan kata dalam satu kalimat misal menggunakan kata Aku dan saya wanita dan perempuan dalam satu kalimat Harusnya kalau menggunakan kata aku ya aku saja Janga tiba tiba ganti dengan kata saya Sejak dari buku petama Mbak Afifah kurang begitu konsisten dalam penggunaan ejaan kadang menggunakan ejaan lama dan kadang juga menggunakan ejaan baru Sebagai contoh seperti nama Sekar Prembajoen kadang di lain halaman penulisannya berubah menjadi Sekar Prembayun Rangga Poeroehita jadi Rangga Puruhita Perubahan gelar kebangsawanan Di buku pertama gelar Sekar adalah Raden Rara di buku kedua ini menjadi Raden Adjeng Adanya kesalahan cetak dibeberapa bagian Dan masih ada beberapa kekurangan lainnyaNamun terlepas dari beberapa kekurangan tersebut Sekali lagi aku harus mengakui buku ini memang keren Dibandingkan dengan buku pertamanya De Winst buku ini lebih menggugah selera Ada beberapa bagian yang cukup membuat pembaca merasakan ketegangan Emosi yang tercipta dalam buku ini lebih terasa Dan dengan ending yang menggantung cukup membuat pembaca penasaran untuk membaca buku selanjutnya Jadi buat kalian yang ingin tahu lebih detail tentang kisah yang ada dalam buku ini Siapa saja Tokoh baru yang dihadirkan mbak Afifah Kalian segera saja untuk membaca buku De Liefde ini Jangan lupa untuk membaca buku pertamanya terlebih dahulu jika kalian belum pernah membaca tetralogi De Winst Selamat membaca

Free read De Liefde

De Liefde

Sisi lain ada Daalen van de Brand kakaknya yang tergolek sebagai pecandu narkotika di salah satu kamar sempit di Rumah Bordil De Lente Mengapa kakak beradik yang sejak muda bermusuhan itu menempuh jalan hidup yang begitu berbeda Dan apa hubungan mereka dengan Rinnah van de Brand yang gila dengan Roesmini van de Brand yang menjadi pelacur Novel kedua dari tetralogi De Winst ini begitu penuh liukan konflik Akan tetapi konfliknya bergaris garis romantis Epik menggariskan idealisme yang tegas namun balutan asmara membuat epik ini menjadi kisah yang memikat Jika De Winst berhasil mencatat kesuksesan maka seuelnya ini pun tak kalah menawan Selamat memba Seuel dari De winst yang ku baca sekitar dua tahun yang lalu Awalnya merasa begitu antusias karena De Winst seperti menyisakan penasaran yang cukup nyata ketika selesai membacanya dulu Sedikit kesulitan awal nya membaca buku ini mulai dari ingatan tentang De Winst yang tidak terlalu jelas tokoh yang diceritakan bertambah dua kali lipat dan yang cukup mengganggu adalah mengapa buku ini dicetak dengan kertas buram Mengapa tidak mencetaknya dengan kertas kertas novel pada umumnya Overall buku ini berakhir dengan membuat penasaran kembali Entah lanjutannya sudah terbit atau belum Enjoy

Read ´ PDF, eBook or Kindle ePUB free È Afifah Afra

Nnya Rinnah van de Brand yang ingin mendapatkan hak pengasuhan anaknya meski ia hanya seorang Nyai Belanda Sekar dan Everdine di tengah perjuangannya melawan sistem hukum yang tak berpihak pada kaum inlander harus pula memperjuangkan arti sebuah kesetiaan Karena cinta sejati memang begitu sulit diejawantahkan Apakah Sekar Everdine dan yang lain berhasil meramu sebuah de liefde cinta yang menginspirasi perjuangan mereka Dan siapakah sebenarnya keluarga Van De Brand itu Mengapa di satu sisi Richard van de Brand menjadi salah seorang yang sangat berkuasa di Hindia Belanda dan memiliki peluang menjadi gubernur jenderal bahkan perdana menteri namun di Kisah Puteri Keraton yang Diasingkan ke BelandaSelama ini puteri keraton dari abad silam selalu digambarkan sebagai sosok perempuan yang menjunjung tinggi kehalusan budi pekerti dan tutur bahasa Ia adalah pribadi yang santun manut serta anggun Namun tidak demikian dengan sosok Bendara Raden Ajeng Sekar Prembayun Suryanegara atau yang biasa dipanggil Sekar Prembayun Sebagai cucu Pakubuwana X raja Surakarta Hadiningrat memang sejak kecil Sekar tinggal dalam lingkungan istana dan dididik dengan tata nilai hidup kejawen yang serba mementingkan kehalusan budi Tapi berbeda dengan puteri keraton lainnya Sekar mendapat latihankanuragan dari penjaga istana selain pendidikan modern di bangku sekolah sampai tingkatAMS kira kira setara SMA saat iniPergaulan dengan guru guru dan teman teman bangsa Belanda membuat Sekar menyadari betapa rendah kedudukan dan harga diri kaum pribumi di mata kaum penjajah berkulit pucat itu halaman 50 Selain itu pengamatan akan serbaneka peraturan keraton yang demikian merepotkan membuat gadis muda itu tumbuh menjadi pemberontak tata nilai yang sudah digariskan leluhurnya sejak beratus tahun silam Ia enggan mengenakan pakaian sebagaimana kaum bangsawan putri pada umumnya Ia juga menolak sungkem dan laku dhodhok saat menghadap orang yang dituakan Sebaliknya ia memilih selalu memakai blouse dan menggeraikan rambut dengan alasan kepraktisan Tidak jarang Sekar kabur dari istana dengan menyamar sebagai laki lakiDi luar tembok istana Sekar aktif menjadi guru bagi anak anak dari kalangan rakyat jelata miskin Ia juga menceburkan diri dalam aktivitas politik dengan menjadi anggota Partai Rakyat dan kerap menulis kritikan bagi pemerintah Hindia Belanda dengan nama samaran Elizabeth Fenton Terakhir ia menulis artikel yang mengkritik pembubaran Partai Rakyat dan penangkapan para aktivisnya Buntut dari penulisan artikel itu Sekar ditangkap politiewezen dengan tuduhan melawan kebijakan Sri Ratu Belanda Ia dijatuhi hukuman externering ke negeri Belanda dengan jangka waktu tak terbatas periksa juga novel De Winst sekuel sebelum De LiefdeSekar sampai di Belanda pada akhir tahun 1931 saat negeri itu sedang disergap musim dingin Tentu tidak mudah bagi bagi gadis yang selama 22 tahun hidup di daerah tropis untuk menyesuaikan diri di tengah lingkungan yang dingin Belum lagi status narapidana yang membuat ruang lingkupnya demikian terbatas Meski ia tidak dimasukkan ke dalam penjara melainkan dititipkan di sebuah puri milik bangsawan Jawa yang menetap di Leiden tetap saja ada politiewezen yang senantiasa menguntit dan mengawasi gerak geriknya halaman 14 16Tapi bukan Sekar namanya jika tidak mbalelo Satu kesempatan ketika politiewezen dan induk semangnya lengah ia manfaatkan untuk kabur Ia pun dapat leluasa menjelajahi seantero sudut Leiden dengan mengayuh sepeda Bahasa bukan jadi kendala karena sebagai lulusan AMS dan penulis lepas di surat kabar berbahasa Belanda saat masih di Surakarta Sekar bisa fasih berbicara menggunakan bahasa kaum penjajah negerinya itu Sampai kemudian ia berhasil menyusup ke Universiteit Leiden dan menjumpai Profesor Johan van de Vondell salah satu ilmuwan pendukung politik etis yang dicetuskan Meneer van Deventer Ilmuwan itu pula yang menjadi dosen Rangga Puruhita sepupu Sekar yang pernah kuliah di Leiden halaman 60 64 periksa juga novel De WinstSekar berniat ngangsu kawruh atau setidak tidaknya berdiskusi dengan profesor bercambang bauk itu Malangnya aksinya itu diketahui politiewezen sehingga ia lalu dikurung di puri milik bangsawan Jawa yang menjadi induk semangnya Tetapi selang waktu kemudian Sekar kembali kabur Kali berikutnya untuk mengikuti pertemuan tokoh tokoh Indonesische Vereeniging Sarekat Islam dan Communistische Partij Holland Namun setelah Sekar mengikuti pertemuan tokoh organisasi yang disebut paling terakhir ia didatangi mahasiswa Indonesia yang mengingatkan betapa bahayanya organisasi komunis itu Jangan kira mereka memiliki nasionalisme Nona ujar Ahmad Baradja mahasiswa dari Solo Ayahnya memiliki perusahaan batik yang cukup besar di Laweyan Setelah Revolusi Bolshevik pecah di Rusia mereka lebih setia kepada komintern komunis internasional dibanding kepada negerinya sendiri halaman 65Kelakuan Sekar yang berkali kali kabur dan malah ikut serta dalam pertemuan organisasi berhaluan pergerakan pembebasan Hindia membuat politiewezen berang Sekar pun dikirim ke Den Haag daerah yang dianggap lebih aman Ia kembali dititipkan Kali ini di sebuah puri bernama Paleis de Liefde milik Joseph Reynierse seorang anggota parlemen BelandaDi tempat pengasingannya yang baru Sekar berkenalan dan bergaul akrab dengan Sophie putri Meener Reynierse yang bekerja sebagai juru warta The Woman Tribune surat kabar kaum feminis Pergaulan dengan Sophie mengantarkan Sekar pada petualangan menelusuri kasus yang menimpa Rusmini van de Brand perempuan muda asal Jawa yang dijual ayahnya di rumah pelacuran dan kemudian terbukti menjalani affair dengan Meener Reynierse ayah Sophie halaman 144Keadaan makin runyam manakala Rusmini yang dijuluki Burung Hindia diculik hendak dienyahkan Sementara Sekar yang berusaha menolong Rusmini justru dikejar tentara kerajaan yang mengira ia mata mata Jerman halaman 371 372 Tahap selanjutnya Sekar malah diculik pasukan Schutzstaffel pasukan rahasia Nazi halaman 435Novel karya Sekjen Forum Lingkar Pena Pusat ini menyuguhkan sisi keberandalan dan maskulinitas seorang puteri keraton yang selama ini selalu digambarkan berperangai lemah lembut Karakter dominan tokoh Sekar Prembayun adalah keras kepala grasa grusu kadang kurang berpikir panjang ini menjadi ciri khas tokoh perempuan dalam novel Afifah Afra lainnyaMenariknya meskipun cenderung berandal serta memiliki sejumlah teman yang berafiliasi dengan partai komunis Sekar tetap mengukuhi pemahaman dasar agama Islam agama yang dianutnya seperti tidak mau meneguk minuman beralkohol halaman 141 menjalankan sembahyang wajib halaman 257 meyakini kemahakuasaan Allah halaman 200 serta enggan murtad halaman 175Sekelumit kekurangan dalam novel ini antara lain Pertama kekeliruan pemahaman bahwa suku bangsa Jawa sama dengan Melayu halaman 8 280 meski kemudian Afifah sedikit meralatnya di halaman 111 Kedua sejumlah diksi yang terlalu modern untuk ukuran tahun 1930 an seperti acuh tak acuh teater litotes dan sublim Jika membaca karya sastrawan Indonesia tempo doeloe akan dapat ditemukan padanan kata yang lebih sesuai dan cocok digunakan daripada daftar kata bertanda petik dua tersebut Misalnya kata masabodoh lebih sesuai digunakan daripada acuh tak acuh periksa buku Gema Tanah Air karya HB Jassin yang antara lain menghimpun karangan karangan bertitimangsa saat pendudukan Belanda baca juga buku buku Nh Dini yang ber setting sebelum Indonesia merdekaAtau tonil yang lebih cocok dipakai daripada teater karena menurut catatan Nh Dini baca seri cerita kenangan Kuncup Berseri halaman 68 sebutan teater muncul sekitar tahun 1955 dipopulerkan Asrul Sani Sementara roman Tenggelamnya Kapal van der Wijck karya Buya Hamka yang ber setting tahun 1930 an menggunakan kata tonil untuk menyebut teater Ketiga diceritakan bahwa saat masih mengenyam pendidikan AMS artinya sekitar tahun 1920 an Sekar sempat mengunjungi Ya ik di kota Semarang halaman 257 Menurut catatan Nh Dini yang lahir dan besar di Semarang Ya ik justru muncul setelah selesai Perang Revolusi Kemerdekaan di akhir tahun 1940 an Kuncup Berseri halaman 52 53Keempat dalam novel ini halaman 440 tertera titimangsa 1 Februari 2009 saat menandai terjadinya pemberontakan di kapal de Zeven Provincien Rasanya ini adalah kesalahan ketik karena seluruh isi novel menceritakan kejadian dalam rentang tahun 1910 1930 anKelima dalam sekuel sebelumnya De Winst disebutkan bahwa gelar kebangsawanan Sekar Prembayun adalah Raden Rara halaman 80 Sedang dalam De Liefde gelar kebangsawanan Sekar menjadi Raden Ajeng halaman 36 Jadi mana yang lebih tepatKeenam penggunaan ejaan yang kurang konsisten kerap kali menggunakan ejaan van Ophuijsen seperti oe untuk u tj untuk c j untuk y dan dj untuk j tapi juga memakai ejaan yang disempurnakan EYD yang menghilangkan aturan van Ophuijsen tersebutRasanya sayang sekali jika novel sebagus ini memiliki kekeliruan kekeliruan yang barangkali tampak remeh temeh tapi potensial menggerogoti bangunan cerita dan ujungnya jadi kurang meyakinkan pembaca Ini menandakan Bunda Syaki sang editor kurang bermata dewa saat menyunting isi novel ini Mudah mudahan bila kelak novel ini mengalami cetak ulang sekelumit kekeliruan tersebut dapat diperbaikiLedug 13 Januari 2014Resensi juga ditayangkan di